Kecemasan

Sistematik Review ; Pengaruh Terapi Mengingat Masa Lalu pada Orang Tua Yang Depresi

No. Jurnal Metode Hasil
1. Shellman, J.M., Mokel, M., Hewitt, N. (2009). The effects of integrative reminiscene on depressive symptoms in older african americans. Jurnal of Nursing Research, 31(6), 772-786. 10.1177/0193945909335863 Lima puluh enam peserta dibagi menjadi 3 kelompok (kelompok intervensi memori, pendidikan kesehatan, dan kelompok kontrol). Intervensi dilakukan selama 8 minggu dan dilakukan penilaian setelah 30 hari kemudian. Pengambilan data kelompok pada pra dan post test menggunakan Pusat Studi Epidemiologi Depresi Scale Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok : Nilai rata-rata kelompok intervensi memori adalah 6,8Nilai rata-rata kelompok pendidikan kesehatan adalah 11,7Nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 14,6 Intervensi memori integratif memiliki dampak positif pada penurunan gejala depresi orang tua.
2. Chao, S.Y., Liu, H.Y., Wu, C.Y.,dkk. (2006). The effects of group reminiscence therapy on depression, self esteem, and life satisfaction of elderly nursing home residents. Jurnal of Nursing Research, 14(1). doi:10.1097/01.JNR.0000387560.03823.c7 Terdapat 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Terapi pada kelompok eksperimen dilakukan selama 9 minggu dengan durasi 1 jam setiap minggu. Penilaian dilakukan satu minggu sebelum dan setelah terapi melalui wawancara. Intrumen untuk penilaian adalah kuesioner peneliti, inventarisasi depresi (A Chinese Version of The GDS-S), harga diri (Rosenberg Self) dan kepuasan (Quality of Life Index). Analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS, Versi 10.0) Terapi mengingat masa lalu meningkatkan harga diri meskipun efek pada depresi dan kepuasaan hidup tidak signifikan secara statistik.
3. Zhou, W., He, G., Gao, J., dkk. (2011). The effects of group reminiscence therapy on depression, self-esteem, and affect balance of chinese community-dwelling elderly. Jurnal Archives of Gerontology and Geriatric. 54. 440-447. doi:10.1016/j.archger.2011.12.003 Peserta dibagi menjadi 4 kelompok eksperimen dan 4 kelompok kontrol. Kelompok kontrol menerima pendidikan kesehatan dan kelompok eksperimen menerima pendidikan kesehatan dan terapi mengingat masa lalu. Pemberian pendidikan kesehatan dan terapi mengingat masa lalu dilakukan selama 6 minggu. Pendidikan kesehatan setiap 2 minggu sekali selama 30-45 menit. Sedangkan terapi mengingat masa lalu sekali tiap minggu selama 90-120 per sesi.  Penilaian dilakukan sebelum dan 6 minggu setelah intervensi menggunakan GDS, Self Esteem Scale (SES) dan Affect Balance Scale (ABS). Hasil dianalisis menggunakan model efek campur antara pengaruh tetap dari intervensi dan pengaruh acak dari masyarakat. Nilai GDS pada kelompok eksperimen mengalami penurunan daripada kelompok kontrol. Gejala depresi pada kelompok eksperimen dan kontrol mengalami penurunan setelah menerima pendidikan kesehatan. Nilai dari pengaruh positif sub skala pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok kontrol. Setelah intervensi tidak ada perbedaan signifikan pada harga diri kelompok eksperimen dan kontrol.  
4. Hsu, Y.C., Wang, J.J. (2009). Psycal, affective, and behavioral effects of group reminiscence on depressed institutionalized elders in Taiwan. Jurnal Nursing Research. 58(4), 294-299. doi:10.1097/NNR.0b013e3181a308ee Terdapat 2 kelompok besar, yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Dalam  kelompok eksperimen terdapat 6-8 kelompok yang diberikan sesi mengingat masa lalu. Sesi tersebut berlangsung 60 menit setiap minggu selama 2 bulan. Hasil akhir dari eksperimen ini adalah Behavioral Rating Scale, Barthel’s Index, dan Geriatric Depression Scale-short form (GDS). Sesi mengingat masa lalu menghasilkan penurunan signifikan pada GDS. Kelompok eksperimen mengalami penurunan gejala depresi, peningkatan harga diri, dan kompetensi sikap daripada kelompok kontrol.
5. Poorneselvan, C., Steefel, L. (2014). The effect of individual reminiscence therapy on self-esteem and depression among institutionalized elderly in India. Jurnal Creative Nursing. 20(3), 183-190. doi:10.1891/1078-4535.20.3.183 Menggunakan sampel individu terhadap 20 orang usia 65-85 tahun. Kriteria sampel yang diambil adalah minimal 2 tahun di sebuah institusi lansia, tidak ada penyakit jiwa/fisik, tidak memiliki kekurangan/disabilitas dan tidak pernah mengikuti sesi mengingat masa lalu. Pada penelitian ini dilakukan sesi mengingat masa lalu sebanyak 7 kali dengan setiap sesi selama 45 menit. Pengukuran depresi menggunakan GDS dan harga diri menggunakan Rosenburg self-esteem scale. Dengan pengukuran GDS setelah sesi mengingat masa lalu, menunjukkan penurunan signifikan gejala depresi dan pada Rosenburg self-esteem scale menunjukkan peningkatan terhadap harga diri lansia.

Referensi

Shellman, J.M., Mokel, M., Hewitt, N. (2009). The effects of integrative reminiscene on depressive symptoms in older african americans. Jurnal of Nursing Research, 31(6), 772-786. doi:10.1177/0193945909335863

Chao, S.Y., Liu, H.Y., Wu, C.Y.,dkk. (2006). The effects of group reminiscence therapy on depression, self esteem, and life satisfaction of elderly nursing home residents. Jurnal of Nursing Research, 14(1). doi:10.1097/01.JNR.0000387560.03823.c7

Zhou, W., He, G., Gao, J., dkk. (2011). The effects of group reminiscence therapy on depression, self-esteem, and affect balance of chinese community-dwelling elderly. Jurnal Archives of Gerontology and Geriatric, 54. 440-447. doi:10.1016/j.archger.2011.12.003

Hsu, Y.C., Wang, J.J. (2009). Psycal, affective, and behavioral effects of group reminiscence on depressed institutionalized elders in Taiwan. Jurnal Nursing Research, 58(4), 294-299. doi:10.1097/NNR.0b013e3181a308ee

Poorneselvan, C., Steefel, L. (2014). The effect of individual reminiscence therapy on self-esteem and depression among institutionalized elderly in India. Jurnal Creative Nursing, 20(3), 183-190. doi:10.1891/1078-4535.20.3.183

Kecemasan

Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Lansia

Aroma Terapi
  1. Definisi

Aromaterapi  merupakan tindakan terapeutik dengan menggunakan minyak esensial konsentrasi tinggi yang dieskstrak dari tanaman herbal.  Aromaterapi dapat digunakan dalam penyembuhan holistik untuk memperbaiki kesehatan dan kenyamanan emosional serta mengembalikan keseimbangan badan. Selain itu, aromaterapi bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan psikologis menjadi lebih baik.  Aromaterapi memiliki beberapa macam jenis yaitu contohnya jasmine, pappermint,  lemon,  tea tree, dan lavender.

Lavender merupakan bunya yang memiliki warna lembayung muda ini sangat terkenal dengan baunya yang khas dan lembut sehingga bermanfaat untuk membuat seseorang  menjadi rileks ketika menghirup aromanya. Minyak esensial lavender bermanfaat untuk mengobati insomnia, memperbaiki kualitas tidur, serta dapat mengurangi kebutuhan obat penenang  pada pasien di rumah sakit. Aromaterapi lavender ini baik digunakan untuk mengurangi kecemasan lansia dalam memeperbaiki kulitas tidurnya.

Lavender

Kecemasan merupakan respon emosional yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik.  Kecemasan inilah yang menyebabkan terganggunya kualitas tidur pada lansia. Dengan adanya berbagai manfaat aromaterapi inilah kecemasan pada lansia dapat dikurangi.

2. Cara penggunaan

Dihirup

Tuangkan 2-4 tetes minyak lavender kedalam 2 atau 3 gelas air mendidih dan kemudian uapnya dihirup.

  • Penggunaan luar atau Topical

Tambahkan 1-4 tetes minyak lavender untuk 1 sdm minyak dasar (bisa minyak almond atau minyak zaitun). Minyak lavender bisa beracun jika diambil secara oral (sesuatu yang berhubungan dengan mulut), dan gunakan minyak hanya untuk dihirup. Selain itu hindari kontak minyak lavender dengan mata atau selaput lendir, seperti bibir dan lubang hidung.

3. Contoh kasus

Dari penelitian yang dilakukan oleh Erva Elli Kristanti pada tahun 2010 terhadap lansia di Panti Wredha St. Yoseph Kediri menunjukan hasil bahwa sebagai berikut:

  • setelah lansia menghirup aromaterapi lavender molekul serta pertikel lavender akan masuk melalui hidung kemudian oleh reseptor saraf diterima sebagai signal yang baik dan kemudian di presentasikan sebagai bau yang menyenangkan dan akhirnya sensori bau tersebut masuk dan mempengaruhi sistem limbik sebagai pusat emosi seseorang sehingga perasaan menjadi lebih rileks.
  • Dengan perasaan yang tenang akan membuat lansia dapat berpikir dengan tenang untuk mengatasi stessor, sehingga akan tercipta koping yang adaptif.
  • Koping yang adaptif membuat lansia dapat menerima kondisinya dengan baik dan tidak menjadikan proses penuaan sebagai beban hidupnya.
  • Dari pemikiran tersebut maka lansia akan mengalami kecemasan dengan tingkat ringan saja atau bahkan tidak ada kecemasan sama sekali.
  • Manfaat penggunaan

Hasil dari penggunaan aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada beberapa penyakit menunjukan bahwa aromaterapi lavender dapat bermanfaat untuk

  • menurunkan tingkat kecemasan
  • mengurangi rasa sakit pasca operasi
  • kelelahan
  • mengurangi stres
  • mencegah insomnia
  • meningkatkan kekebalan tubuh baik secara jasmani maupun rohani
  • membangkitkan semangat
  • membersihkan racun dalam tubuh
  • dan lain lain.

Lampiran

SOP Pemberian Aroma Terapi

SUMBER REFERENSI

Erva E. (2010). Pengaruh aromatherapi lavender terhadap penurunan derajat kecemasan pada lansia di panti wredha ST. Yoseph Kediri. Jurnal STIKES RS. Baptis Kediri. 3 (2) : 95-98.

Susilowati,E., Ni’mah, M., Wuragil, K., Atik, N.H.S., Sawaki, S., Sari, C.P., Ratnawati, D. (2015). Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Kecemasan dalam Memperbaiki Kualitas Tidur pada Lansia. Diakses pada 13 Juni 2019, dari http://maftukhatunnikmah.blogspot.com/2015/11/aromaterapi-untuk-mengurangi-kecemasan.html

Zahra, F. (2019). Makalah Aromaterapi.  Diakses pada 13 Juni 2019, dari https://fzahra97.blogspot.com/2019/03/makalah-aromaterapi.html